Konsep dasar Akuntansi

A. Kesatuan Usaha

Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan dipandang sebagai badan atau orang yang:

  • berdiri sendiri,
  • bertindak atas namanya sendiri, dan
  • terpisah dari pemilik.

 

B. Kontinuitas Usaha

Kesatuan usaha akan berlangsung terus bila tidak ada gejala atau rencana untuk membubarkannya.

Dipertimbangkan pada saat penyusunan statemen keuangan.

Lawan/pasangan konsep likuidasi.

Dasar validitas konsep:

  • Masa datang tidak pasti
  • Kelangsungan hidup merupakan harapan umum

 

C. Penghargaan Sepakatan

Jumlah rupiah atau penghargaan sepakatan yang terlibat dalam tiap transaksi atau pertukaran merupakan pengukur dan bahan olah akuntansi yang paling objektif.

Dasar validitas konsep:

  • Sebagian kegiatan perusahaan melibatkan pertukaran
  • Kesepakatan dua pihak independen menjamin

objektivitas dan keterandalan pengukuran.

Kos sebagai Data Dasar/Bahan Olah

  • Sepakatan dapat diartikan sebagai terukur atau diukur oleh dua pihak yang independen.
  • Penghargaan sepakatan disebut juga dengan agregat-harga (price-aggregate).
  • Penghargaan sepakatan atau agregat-harga netral terhadap pihak yang bertransaksi.
  • Istilah cost dapat mengganti measured consideration atau price-aggregate asalkan dimaknai secara luas (in a broad sense).
  • Cost dalam arti luas dapat diserap menjadi kos dan menjadi data dasar akuntansi dalam penyediaan informasi semantic.
  • Kos tidak sama maknanya dengan biaya (expense).

Konsep Kos Sebagai Data Dasar

konsep-biaya-sebagai-data-dasar

 

 

D. Kos Melekat

Kos melekat pada objek yang direpresentasinya. Gabungan berbagai objek untuk membentuk objek baru hanya memerlukan gabungan kos yang melekat pada tiap objek pembentuk.

Dasar validitas konsep:

  • Tujuan penelusuran kos adalah untuk merunut upaya
  • Kos dapat dipecah dan digabung seakan-akan

mempunyai daya saling mengikat

  • Dilandasi kos terkandung (embodied cost)

Kos Terkandung versus Kos Penggantian

 

 

E. Upaya dan Hasil

Biaya merupakan upaya dalam rangka mencapai hasil atau capaian berupa pendapatan. Jadi, biaya (penyerahan barang dan jasa) menimbulkan pendapatan bukan sebaliknya, pendapatan menanggung biaya.

Dasar validitas konsep:

  • Untuk mendapatkan sesuatu orang harus berusaha.
  • Pada umumnya, orang mengharapkan upayanya

membuahkan hasil.

  • Upaya dilakukan dengan senang hati dan bukan beban,

siksaan, atau cobaan.

  • Hasil pada umumnya sepadan dengan upaya

 

 

F. Bukti Terverifikasi dan Objektif

Kebermanfaatan informasi akan tinggi kalau informasi didukung dengan bukti yang objektif dan dapat diuji kebenarannya.

Terverifikasi: memungkinkan orang untuk meyakinkan kebenaran akan sesuatu.

Objektif: penentuan kebenaran didasarkan atas fakta bukan subjektivitas.

Akuntansi mendasarkan diri pada objektivitas relatif sesuai dengan keadaan yang melingkupi.

 

Manfaat Konsep Dasar

  • Menjadi komponen argumen dalam penalaran logis pada tingkat perekayasaan, penetapan standar, atau penerapan standar.
  • Terrefleksi di basis penyimpulan (basis for conclusion) dalam rerangka konseptual sebagai hasil perekayasaan.
  • Terrefleksi di latar belakang penyimpulan (background information) dalam pernyataan standar akuntansi.
  • Terrefleksi di kebijakan akuntansi (accounting policy) perusahaan dalam buku pedoman akuntansi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: